Model bergaya shooting brake tersebut sebelumnya sudah beberapa kali tampil di pameran otomotif Tanah Air. Bahkan di situs resmi Denza, Z9 sudah tercantum dengan status “Coming Soon”. Menariknya, bukan hanya Z9 yang mengusung label tersebut—SUV Denza N9 juga tercatat dengan status serupa.
Meski begitu, PT BYD Motor Indonesia hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait peluncuran N9 di pasar domestik. Namun sinyal kehadirannya mulai menguat. Presiden Direktur PT BYD Indonesia, Eagle Zhao, sebelumnya sempat menyebut peluang besar masuknya model tersebut.
“Kami akan membawa mobil ini ke Indonesia. Harap ditunggu saja,” ujar Zhao saat ditemui di Shanghai, China, tahun lalu.
Seperti D9 dan Z9, Denza N9 tersedia dalam dua pilihan elektrifikasi, yakni EV (Battery Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). SUV ini sudah mulai dipasarkan di China sejak Maret 2025, dan untuk Indonesia kemungkinan besar versi PHEV akan lebih dulu hadir. Hal ini terlihat dari laman resmi Denza yang lebih menonjolkan varian PHEV dibandingkan versi listrik murninya.
Berdasarkan spesifikasi global, Denza N9 PHEV mengombinasikan mesin bensin 2.000 cc dengan tiga motor listrik yang menggerakkan roda depan dan belakang, menghasilkan tenaga gabungan hingga 911 hp. Sistem baterai menggunakan Blade Battery berbasis lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 47 kWh, yang memungkinkan jarak tempuh listrik murni hingga 165 km serta total jarak hingga 1.300 km dalam sekali pengisian bahan bakar dan daya listrik.
Sementara versi EV juga dibekali tiga motor listrik dengan output lebih besar, mencapai 965 hp.
Kini tinggal menunggu kepastian: apakah Denza akan membawa versi PHEV lebih dulu, atau langsung menghadirkan varian EV ke Indonesia. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

