Salah satu langkah strategis yang disiapkan BYD adalah pembangunan fasilitas daur ulang baterai. Fasilitas ini akan berlokasi di kawasan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat.
“Fasilitas daur ulang baterai akan kami siapkan di pabrik di Subang,” ujar General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang.
Menurut Liu, BYD tidak hanya fokus pada produksi kendaraan listrik, tetapi juga memikirkan siklus hidup baterai secara menyeluruh, mulai dari tahap perancangan hingga proses daur ulang. “BYD memikirkan ekosistem EV, terutama baterai, dari desain awal hingga daur ulang,” tegasnya saat ditemui di Zhengzhou, China, beberapa waktu lalu.
Hingga kini, BYD dikenal sebagai salah satu produsen baterai tegangan tinggi paling berpengalaman di industri kendaraan listrik global. Produk baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) buatan BYD bahkan telah digunakan oleh sejumlah merek otomotif dunia, seperti Tesla Model Y, Toyota bZ3, hingga beberapa model kendaraan listrik Mercedes-Benz.
Reputasi BYD di bidang baterai sejatinya bukan hal baru. Jauh sebelum dikenal sebagai produsen mobil, BYD telah menekuni bisnis baterai sejak 1995, dengan memasok baterai untuk perangkat elektronik seperti ponsel Nokia dan Motorola.
Puncak popularitas BYD di sektor baterai terjadi ketika perusahaan ini mengembangkan teknologi Blade Battery berbasis kimia LFP pada 2020. Teknologi tersebut merupakan pengembangan dari temuan John B. Goodenough, dan dengan cepat mendapat pengakuan luas berkat tingkat keamanan dan efisiensinya yang tinggi dalam aplikasi kendaraan listrik.
