Pekan lalu, redaksi detikOto berkesempatan melakukan semacam “ziarah otomotif” ke Di-Space atas undangan resmi BYD Indonesia. Di dalam kompleks tersebut, perjalanan BYD sebagai pionir kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) ditampilkan secara kronologis, mulai dari fase awal pengembangan hingga teknologi mutakhir yang kini mereka usung.
Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan bahwa Di-Space bukan sekadar ruang pamer sejarah. Museum ini dirancang sebagai wujud komitmen BYD dalam menempatkan sejarah, sains, teknologi, serta inovasi NEV ke dalam ruang publik, agar dapat diakses dan dipahami secara luas oleh masyarakat.
“Melalui Di-Space, kami ingin menunjukkan bahwa masa depan mobilitas bukanlah sesuatu yang jauh atau eksklusif. Mobilitas berkelanjutan harus terasa dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Eagle Zhao di Zhengzhou, China.
Ia menambahkan, Di-Space juga berperan sebagai jembatan edukasi yang memperkenalkan konsep kendaraan listrik dan transisi energi secara terbuka dan mudah dipahami. Menurutnya, edukasi publik dan transparansi teknologi menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan transisi energi sekaligus membangun budaya mobilitas yang berkelanjutan.


