AUTOHINT - Kalau lihat di atas kertas, mobil ini harusnya laku keras.
Harga relatif terjangkau, teknologi hybrid terbaru, fitur lengkap. Tapi kenyataannya, BYD Sealion 05 DM-i justru terlihat menumpuk di dealer China.
Loh, kok bisa?
Produksi Kencang, Tapi Pasar Belum Nyerap
Menurut laporan dari media otomotif China, beberapa dealer terlihat menyimpan unit Sealion 05 DM-i dalam jumlah banyak. Bahkan ada yang sampai diparkir berderet di area distribusi.
Masalah utamanya bukan di produknya… tapi di produksi yang terlalu agresif.
BYD sendiri bisa memproduksi sekitar 1.200 unit per hari hanya dari pabrik Changzhou.
Belum lagi ditambah pabrik lain seperti Shenzhen, Xi’an, dan Zhengzhou.
Artinya, supply jalan terus… tapi demand belum tentu ngejar.
Secara Produk, Ini Sebenarnya Menarik
Kalau dilihat dari mobilnya sendiri, Sealion 05 DM-i bukan produk “asal jadi”.
Jadi Kenapa Tetap Numpuk?
Jawabannya simpel:
Produksi terlalu banyak, pasar belum siap.
Bukan karena mobilnya jelek.
Bukan karena fiturnya kurang.
Tapi karena:
Kompetisi di China super ketat
Konsumen punya terlalu banyak pilihan
Dan BYD terlalu cepat nge-push produksi
Menariknya… Belum Masuk Indonesia
Sampai sekarang, Sealion 05 DM-i belum masuk ke Indonesia.
Padahal kalau masuk dengan harga kompetitif, potensinya bisa:
Ganggu market hybrid Jepang
Jadi alternatif EV buat yang masih ragu full listrik memang menarik untuk kita lihat

